REKOMENDASI BUDAYA SANUR


REKOMENDASI BUDAYA SANUR*

Para peserta Dialog Sastra, Filsafat dan Kebudayaan, yang bertema: “Humanisme dan Etos Kreatifitas”, dalam rangka Sanur Village Festival 2009, setelah menimbang dan mendiskusikan berbagai persoalan kebudayaan Bali, bersepakat untuk merekomendasikan kepada Pemerintah Kota Denpasar untuk mengambil kebijakan-kebijakan yang perlu diambil, sebagai berikut:

  1. Menyusun Rencana Strategi Pembangunan Denpasar Jangka Menengah dan Panjang—yang mencakup kebijakan ekonomi, politik, lingkungan, pendidikan, fisik, kesejahteraan—dengan  asas dan berbasis filosofi budaya Bali yang dikaji dengan sungguh-sungguh.
  2. Membentuk Dewan Kebudayaan Denpasar, yang terdiri atas para pakar kebudayaan yang bekerja untuk merumuskan strategi kebudayaan Bali secara integratif, memilih pemikiran-pemikiran Bali (local wisdom) yang relevan untuk menjawab tantangan zaman dan memilah pemikiran-pemikiran yang tidak kontekstual dan membebani perjalanan budaya Bali. Dewan Kebudayaan terdiri dari berbagai komisi (termasuk perancangan tata ruang dan isu-isu kebudayaan lainnya) yang mengkaji semua arah kebijakan agar semua kebijakan tetap mengacu pada akar kebudayaan Bali. Dewan Kebudayaan ini selanjutnya bersama lembaga pemerintahan terkait dilibatkan dalam merumuskan penyusunan Rencana Strategi Pembangunan Denpasar.
  3. Membuat Peraturan Daerah yang mengatur pembentukan, tugas dan fungsi Dewan Kebudayaan, dilengkapi dengan Peraturan Daerah tentang Revitalisasi Sastra, Seni, Filsafat, Bahasa Bali. Perda-perda ini selanjutnya menjadi dasar hukum untuk menganggarkan (budgeting) secara rutin anggaran aktivitas Dewan Kebudayaan dan aktivitas revitalisasi kebudayaan tersebut.
  4. Menyediakan dan menjamin ketersediaan akses masyarakat umum terhadap naskah dan teks sastra, filsafat, dan seni seluas-luasnya kepada masyarakat Bali dan dunia, lewat teknologi audio visual dan informatika; seperti digitalisasi naskah (lontar) dan pembuatan ensiklopedi Kebudayaan Bali secara online. Layanan ini sekaligus menjadi layanan secara online tentang budaya dan kota Denpasar bagi para calon pengunjung Denpasar, baik dari dalam dan luar negeri.
  5. Mengambil langkah-langkah strategis bersama institusi pendidikan dan legislatif untuk menjadikan Bahasa Bali sebagai bahasa dari produk-produk regulasi dan kebijakan, sehingga semua kebijakan yang tertulis (seperti Perda, surat edaran dan lain-lainnya) tersedia dalam dua bahasa: Bahasa Indonesia Bahasa Bali.

Demikian rekomendasi ini disusun secara bersama oleh para peserta (terlampir), agar bisa ditindaklanjuti dan dijadikan dasar acuan oleh Pemerintah Kota Denpasar dalam mengambil dan merumuskan kebijakan-kebijakan terkait cita-cita untuk menjadikan Denpasar sebagai Kota Budaya.

Sanur, 14 Agustus 2009

*Rekomendasi Sanur ini dirumuskan oleh Tim Perumus: Prof. I Wayan Geriya, Dr. Nyoman Suarka, dan Sugi Lanus. Telah dibacakan dan disetujui oleh peserta dialog.

Berikut: 1) Sekilas Dialog Sastra, Filsafat dan Kebudayaan; 2) Daftar Peserta.

DIALOG SASTRA-FILSAFAT-KEBUDAYAAN

Sanur Village Festival 2009

  1. Dialog Sastra, Filsafat, dan Kebudayaandilaksanakan dalam rangka Sanur Village Festival, 14 Agustus 2009, di Puri Santrian Sanur.
  2. Dimulai dengan Keynote Speech oleh Drs. I Gede Ardika (Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, Kabinet Persatuan Nasional dan Kabinet Gotong Royong 2000-2004), berjudul: “Estetika dan Kreativitas Berkelanjutan”. Dilanjutkan diskusi panel dengan makalah dan pembicara sebagai berikut: (1) “Filsafat Humanisme dalam Karya Sastra Ida Pedanda Made Sidemen” oleh Drs. Ida Bagus Gede Agastia; (2) “Filsafat Siwa Sidhanta dan Kreativitas” oleh Prof. Dr. I Wayan Subagiasta, M.Si.: (3) “Konsep Taksu dalam Berkesenian dan Berkreativitas” oleh Prof. Dr. I Wayan Dibia, M.A.
  3. Dilanjutkan dengan dengar pendapat peserta, saran dan masukan dalam mendalami dan mengidentifikasi esensi sumber daya sastra, filsafat, dan kebudayaan Bali sebagai sumber pengembangan kota kreatif dan komunitas kreatif. Tergali beberapa hal penting:
    1. Sastra, filsafat, dan budaya Bali ditelusuri melalui perspektif spiritualitas, estetika, dan etika, dan dirumuskan kembali menjadi sumber nilai, teks dan strategi kontekstualisasi dalam membangun masa depan Bali.
    2. Identifikasi peluang-peluang dan tantangan lokal, nasional, dan global manakala konfigurasi dasar sastra, filsafat, dan budaya Bali berhadapan, dihubungkan dan dikomunikasikan dengan strategi pengembangan ekonomi, teknologi, dan kancah peradaban universal; serta strategi kultural untuk mengantisipasi dan merespon secara konstruktif peluang-peluang kultural, ekonomi, dan teknologi.
    3. Strategi penguatan sastra, filsafat, dan budaya sebagai basis dalam membangun spirit baru di bidang kebudayaan dan peradaban.
    4. Peserta dialog adalah 50 undangan terdiri dari akademisi, intelektual, budayawan, sastrawan, seniman, dan perwakilan media. (Ditambah 1  keynote speaker + 3 pemakalah + 3 perumus).
    5. Acara ditutup dengan pembacaan: REKOMENDASI BUDAYA SANUR, disetujui bersama oleh para peserta dialog (Rekomendasi Sanur dan Daftar Peserta terlampir).

Tim Perumus:

  1. Prof. I Wayan Geriya
  2. Dr. Nyoman Suarka
  3. Sugi Lanus

Daftar Undangan*:

  1. Drs. I Gede Ardika (Keynote Speaker)
  2. Drs. Ida Bagus Gede Agastia (Pemakalah 1)
  3. Prof. Dr. I Wayan Subagiasta, M.Si (Pemakalah 2)
  4. Prof. Dr. I Wayan Dibia, M.A. (Pemakalah 3)
  5. Prof. Dr. I Made Bandem, M.A.
  6. Prof. Dr. I Nyoman Sedana, M.A.
  7. Prof. Dr. I Wayan Cika, M.S.
  8. Prof. Dr. I Nyoman Weda Kusuma, M.S.
  9. Prof. Dr. I Gusti Made Sutjaja, M.A.

10. Prof. Dr. I Made Pasek Diantha, S.H., M.H.

11. Prof. Dr. Ir. I Dewa Ngurah Suprapta, M.Sc.

12. Prof. Dr. Ir. I Wayan Suarna, M.S.

13. Prof. Dr. Ir. I Gde Pitana, M.S.

14. Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si.

15. Prof. Dr. I Ketut Gelgel

16. Prof. Dr. I Wayan Ardika, M.A.

17. Prof. Dr. I Made Suastika, S.U.

18. Dr. I Nyoman Catra, M.A.

19. Drs. I Nengah Medera, M.Hum.

20. Drs. I Ketut Jirnaya, M.S.

21. Dr. Wayan P. Windia, S.H., M.Si.

22. Dr. A.A. Oka Aryani, S.H., M.H.

23. Ir. I Gusti Made Putra, M.Si.

24. Ir. I Wayan Gumuda

25. Dra. Ida Ayu Tari Puspa, M.Par.

26. Ida Ayu Dyatmikawati, S.H., M.H.

27. Drs. I Ketut Wiana, M.Ag

28. Drs. Ida Wayan Oka Granoka

29. Drs. I Ketut Pradnya

30. Drs. I Wayan Suparta

31. Komang Ria Sutriawan, S.T.

32. I Nyoman Sujaya, S.S.

33. I Wayan Juniartha

34. Dra. A.A. Sg. Mas Ruscitadewi

35. Cok Sawitri

36. Drs. Ida Bagus Gede Wiyana

37. Dra. S. Swarsi, M.Si.

38. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si.

39. Drs. I Gusti Bagus Sudhyatmaka Sugriwa, M.M.

40. Drs. Ida Bagus Darmasuta

41. Drs. Ida Bagus Rai Putra, M.Hum.

42. Ida Bagus Manik Putra Manuaba

43. Ida Bagus Sudarma

44. Ida Bagus Keniten

45. Kadek Suardana

46. Putu Suasta, M.A.

47. Dewa Gede Palguna, SH, MA

48. Dr. I Gusti Made Murdjanayasa, M.Si.

49. Drs. Pande Made Suputra, M.Si.

50. Drs. I Gusti Putu Sudiarna, M.Si.

51. Dr. Putu Sukardja, M.Si.

52. Dr. I Nyoman Suwija, M.Hum.

53. Made Djesna Winada

54. Drs. I Wayan Madra Aryasa, M.A.

*Semua pembicara hadir dan hampir semua yang ada dalam daftar undangan hadir. Seluruh undangan/peserta hadir dengan membawa butir-butir pemikiran tertulis, yang tak sempat hadir dikirim lewat email. Di luar daftar undangan, hadir beberapa pejabat Pemerintahan Kota Denpasar dari instansi terkait dari, serta kalangan pelaku pariwisata Sanur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s