Jangan Bakar (Museum Lontar) Gedung Kirtya!


Oleh: Sugi Lanus*

Gedong Kirtya (Perpustakaan Lontar di Singaraja) hampir dibakar massa.

“Bakar! Bakar!”

Massa PDIP Bali turun ke jalan mengamuk, membakar ban dan menebang pohon di jalanan seantero Bali. Rumah jabatan Bupati Badung dan perkantoran di gubernuran dibakar massa. Pusat pertokoan tutup, isu penjarahan bertiup. Pohon-pohon di jalan utama ditumbangkan dan dibakar, Bali tutup.

PDIP menang Pemilu 1999, tapi Ketua Umum Megawati gagal menjadi presiden di Sidang Umum MPR 1999. Sidang Umum MPR 20 Oktober 1999 secara voting memilih KH Abdurrahman Wahid sebagai Presiden. Megawati kalah tipis dalam voting: 373 banding 313 suara.

Di Bali utara, kantor DPRD Buleleng serta beberapa kantor lainnya dibakar. Yang paling tidak masuk akal, perpustakaan negeri Buleleng pun diamuk massa dan dibakar!

“Bakar! Bakar!”

Keesokan harinya saya harus berangkat ke Kuala Lumpur, sementara laundry langganan saya tutup, dan terpaksa saya mengedor pintu laundry itu agar saya bisa membawa stok celana dalam dan juga jas. Sebelum terbang saya menyempatkan diri menelpon seorang teman yang sedang membantu pengarsipan di Gedong Kirtya:

“Perpustakaan Buleleng terbakar, bagaimana nasib lontar-lontar di Gedong Kirtya?”

“Seorang tua berjenggot putih berdiri pasang badan di depan Gedong Kirtya”, demikian teman saya memulai ceritanya. Ketika massa merangsek ke arah Gedong Kirtya, orang tua itu teriak:

“Jangan bakar Gedong Kirtya! Gedung ini isinya ribuan lontar tetamian (pusaka warisan) Bali!”

Orang berjenggot putih itu menyelamatkan Gedong Kirtya.

Di atas pesawat saya memanjatkan syukur dan merenungkan Gedong Kirtya. Tidak penting lelaki tua itu siapa. Saya menemukan sebuah kata renungan, kata yang diteriakkan lelaki tua itu di tengah di tengah kerumunan massa yang mengamuk: “Tatamian Bali”.

Koleksi Lontar Gedong Kirtya

Kata TATAMIAN itu begitu penting buat saya. Tetamian adalah kosakata Bali yang artinya heritage, warisan budaya dari generasi ke generasi yang harus dipertahankan dan dijalankan, dirawat lahir batin. Di masa kuliah saya dan teman-teman kuliah (Jurusan Sastra Bali, Universitas Udayana) dengan suka-cita berkali-kali kami bolak-balik ke Gedong Kirtya (dari Denpasar berjarak 87 km x 2) untuk tugas-tugas pengkajian lontar dan sastra geguritan dll.

Di Gedong Kirtya tersimpan koleksi dan salinan teks tulisan tangan beraksara Bali yang berhubungan dengan kesusatraan Bali, mitos, pengobatan, mantra-mantra, sastra religius dan lain-lain. Terdapat juga sekian banyak lontar berisikan gambar menyerupai komik yang disebut “prasi”. Sekitar 4000 naskah tersimpan di perpustakaan ini, disimpan dalam kotak-kotak kayu. Ilmu dan kearifan serta kandungan nilai-nilai di dalam ribuan lontar itulah tetamian Bali.

Hari ini saya buka kembali catatan kuliah saya tentang isi lontar-lontar (tetamian) yang tersimpan di Gedong Kirtya. Lemari-lemari yang berjajar menyimpan koleksi gedung Kirtya terbagi dalam kategori atau klasifikasi berdasarkan isi dari lontar-lontar tersebuti: Weda, Agama, Wariga, Itihasa, Babad, Tantri.

A. WEDA (Weda versi Bali), terbagi atas:
1. Weda: Weda Indik Maligia, Weda Pangentas, Weda Panglukatan, Weda Sawawedana, dll.
2. Mantra: Atmaraksa, Pabersihan, Pangastawa, Pujastawa, Tirta Gamana, dll.
3. Kalpasastra: Banten Pangentas, Bebantenan, Caru Suci, Indik Galungan, Manca Balikrama, Pacecaron, PangabenaN, Pawintenan, Plutuk, Sang Kulputih, dll.

B. AGAMA (pedoman budi pekerti dan moral), terbagi atas:
1. Palakerta : Agama, Purwadigama, Awig-awig, Kerta ring Sawah, Stri Sanggraha, Pamastuning, Cor, Widi Pamincatan, Adigama, Paswara, Kutaragama, dll.
2. Sesana: Dasa Sila, Dewa Sesana, Kerta Bujangga, Mantra Sesana, Putra Sesana, Raja Sesana, Resi Sesana, Sarasamuscaya, Sila Krama, Sila Sesana Sang Prabu, dll.
3. Niti: Niti Praja, Niti Sastra, Raja Niti, dll.

C. WARIGA (teknologi rohani dan pengetahuan alam) terbagi atas:
1. Wewaran: Ala Ayuning Dewasa, Ala Ayuning Wuku, Palelintangan, Pangalihan Dina, Pawacakan, Sadreta, Suryamandala, Tenung Astawara, Tenung Pawetuan anut wuku, Tetenger Sasih, dll.
2. Tutur Upadesa: Aji Kalepasan, Atma Tattwa, Badawang Nala, Bima Swarga, Brahmandapurana, Buanakosa, Catur Janma, Darma Bayu, Darma Putus, Kamoksan, Purwa Bumi , Rwabineda, Siwatiga, Tantu Pagelaran, Tutur Pralina, dll.
3. Kanda: Asta Kosali, Cacakan ayam, Canda (warga aksara), Dasa nama, Guru Lagu, Kanda Sastra, Kertabasa, Kruna lingga, Panerangan, Pangayam-ayam, Pangeger, Pangiwa, Pangujanan, Paramasastra, Paribasa, Pemanes Karang, Pengasih-asih, Piodalan, Siksan Kedis, Smara Kanda, Swara Wianjana, Wrettasancaya, dll.
4. Anusada: Bebayon, Buda Kecapi, Pakakas, Panawar, Tumbal Leak, Usada Buduh, Usada Rare, Usada Tuju, dll.

D. ITIHASA (WIRACARITA, epos kepahlawanan dari Mahabharata dan Ramayana), terbagi atas:
1. Parwa: Astadasaparwa, Calon Arang, Pamuteran Ksirarnawa, Uttara Kanda, dll.
2. Kekawin: Arjuna Wijaya , Arjuna Wiwaha, Barata Yuda, Boma Kawia, Gatotkacasraya, Hariwangsa, Ramayana, Smaradahana, Sumaasantaka, dll.
3. Kidung: Alis Alis Ijo, Jagat Karana, Panji Malat Lasmi, Sri Tanjung, Sudamala, dll.
4. Geguritan/ Paparikan: Basur, Brayut, Bungkling, Cupak, Durma, Jayaprana, Megantaka, Pakangraras, Sampik, Salya, dll.

E. BABAD (sastra yang bersumber dari peristiwas sejarah, bukan murni sejarah) , terbagi atas:
1. Pamancangah: Pamancangah Dalem, Prasasti- prasasti.
2. Babad: Babad Arya Kenceng, Babad Buleleng, Babad Gianyar, Babad Mengwi , Babad Panji, Sakti Wijaya, Babad Pasek, Babad Pasek Gelgel, Babad Rangga Lawe, Babad Usana Bali, Babad Usana Jawa, dll.

F. TANTRI (kisah petuah dalam kias kisah binatang) terbagi atas:
1. Tantri Hindu: Kidung Tantri (Bahasa Tengahan), Ni Diah Tantri (Bahasa Bali Kepara), Tantri Kamandaka (Bahasa Kawi), dll.
2. Tantri Bali: Gunawati, Lutung Mungil, dll.

Dari kategori tersebut (sebenarnya) ada tambahan dari mantan Ketua Gedong Kirtya Ketut Suwidja (almarhum), guru dan sahabat saya, yaitu: LELAMPAHAN. Beliau mencatat dan mengumpulkan lelampahan (lakon) pewayangan dari para dalang yang beliau kenal. Sayang, setelah beliau pesiun, karya (file-file) tersebut tak dilanjutkan dan (bahkan) terlantar tanpa sistematisasi.

Ada pula lontar-lontar salinan dari cerita rakyat yang dikumpulkan oleh Walter Spies dan kawan-kawan, lalu disurat dalam aksara Bali di atas daun lontar.

Lontar berisi cerita rakyat dikumpulkan oleh Walter Spies
Lontar berisi cerita rakyat dikumpulkan oleh Walter Spies

Lawat (jangan lewati) Gedong Kirtya

Dua hal yang membuat saya kangen Buleleng: pertama, sebuah kampung pesisir yang memberi kenangan masa kecil yang mendalam; kedua, sebuah gedung tua, bernama GEDUNG KIRTYA, telah melimpahi pikiran dan renungan saya tentang kemuliaan pemikir-pemikir Bali di masa lalu (bukan hari ini).

Lawat, jangan sekedar lewat, cobalah simpang-singgah ke GEDONG KIRTYA, Jalan Veteran 23, Singaraja Telp.(0362) 25141. Buka: Senin – Kamis: jam 7am – 3pm, Jumat : jam 7am -12am.

Walaupun tak tertata dan terawat dengan wah, beberapa meter di sebelah timur Gedong Kirtya terdapat Museum Buleleng yang layak disingahi. Didirikan pada tanggal 30 Maret 2002, menyimpan koleksi benda-benda purbakala, seperti sarkofagus, patung, senjata dan lainnya. Kleksi lainnya yang tak kalah menarik, seperti: lukisan (khas Buleleng), lukisan kaca Negasepaha, kain-kain antik, kerajinan emas dan perak. Ada pula benda-benda yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Bali Utara, seperti peralatan pertanian dan nelayan.

Ada baiknya jika hendak berkunjung Anda janjian dan telpon petugas Gedung Kirtya (Telp: 0362-25141) , siapa tahu petugasnya tergesa harus pulang sebelum jam kantor usai, mereka juga krama adat yang juga harus kondangan, mejenukan, rainan, serta upacara adat lainnya.

“Bakar! Bakar!” (Bagaimana kalau teriakan itu diganti saja: “Baca! Baca! Baca!”)

*Penulis adalah Pendiri Hanacaraka Society, sebuah peguyuban pegiat aksara Bali dan baca lontar Bali dan Sasak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s